Pertanyaan umum yang ditanyakan oleh orang yang baru mengenal dunia Teknologi Informasi. Mereka biasanya tidak tahu, darimana semuanya bermula.

Nah, prasyarat-prasyarat keilmuan dasar dibawah ini adalah syarat mutlak anda untuk memulai belajar pemrograman.

  1. Sudah terbiasa dengan environment atau lingkungan kerja berbasis komputer, minimal anda bisa mengetik sepuluh atau sebelas jari 🙂
  2. Mengerti konsep dasar dari input –> proses –> output
  3. Mengerti dan memahami diagram alur (Flowchart)
  4. Memahami alur gambar UI/UX dan mampu mengimplementasikannya, dan;
  5. Yang jelas, Anda harus memiliki PC atau laptop untuk bekerja

Kemudian, setelah Anda semua memiliki prasyarat tersebut di atas, Anda harus menentukan, bidang pemrograman apa yang akan digeluti. Ada bermacam-macam tipe pemrograman berdasarkan tier (proses) di mana program itu di letakkan (deploy), diantaranya adalah :

  1. Pemrograman berbasis web, artinya program tersebut diletakkan di dalam web server
  2. Pemrograman berbasis desktop, yakni program tersebut menghasilkan file executable yang bisa langsung di eksekusi pada sistem operasi tertentu, seperti Windows, MacOSX, Linux, dan seterusnya. Masing-masing sistem operasi tersebut memiliki cara yang berbeda dalam mengkompilasi programnya, serta alat atau tools yang digunakannya
  3. Pemrograman berbasis gawai (perangkat mobile), seperti Android, iOS, Windows Phone, Java ME dan seterusnya
  4. Pemrograman Multiplatform, yakni sekali membuat program menghasilkan output di beberapa platform berbeda. Bisa juga disebut pemrograman hybrid.

Setelah menentukan platform tier, maka langkah berikutnya adalah menentukan, bahasa apa yang akan di gunakan. Berikut adalah list bahasa pemrograman untuk masing-masing platform diatas.

  • Pemrograman Web
    • PHP, Java Server Page, Ruby (on Rail), Python (Django), Go Lang, Active Server Page (ASP.NET), C#.NET, JavaTypescript, dan masih banyak lagi
  • Pemrograman Desktop
    • C++ (Windows, Linux, MacOSX), C# (Windows), Delphi (Windows), Swift + Objective-C(MacOS), Go Lang
  • Pemrograman Gawai
    • Java Android Studio, Swift/SwiftUI,
  • Pemrograman Hybrid
    • Flutter, React Native, Ionic

Setelah menentukan bahasa pemrograman apa yang akan diambil, barulah menentukan tools pengembangannya, atau yang disebut dengan Integrated Development Environment (IDE). Ada beberapa pilihan IDE untuk pengembangan aplikasi diantaranya adalah :

  • Microsoft Visual Studio Code, alat pengembangan gratis dari Microsoft ini multi O/S, yakni bisa berjalan di sistem operasi apa saja, Windows, Linux dan MacOS. Selain multi O/S juga multi fungsi, bisa digunakan untuk pemrograman apa pun, karena dia berfungsi seperti layaknya editor biasa, namun memiliki keunggulan yang melebihi editor biasa seperti notepad,sublime text atau editor text lainnya
  • XCode, alat pengembangan khusus untuk platform aplikasi yang dibuat oleh Apple Developer. XCode ini multi platform tetapi bukan hybrid
  • Android Studio, adalah alat untuk mengembangkan aplikasi berbasis Android dan bisa juga untuk Flutter yang multiplatform sekaligus hybrid
  • IntelijIDE, adalah alat pengembangan perangkat lunak multiplatform dan bisa juga hybrid
  • Microsoft Visual Studio (Pro dan Community version), alat pengembangan perangkat lunak untuk bahasa pemrograman C,C++, C# dan menghasilkan aplikasi berbasis sistem operasi Windows.

Nah, tinggal sekarang pilihan ada di tangan Anda, mana langkah yang cocok untuk Anda dan sesuai dengan minat Anda.

Artikel ini juga tayang di santri koding dengan judul : Darimana memulai belajar koding?